Tuesday, November 21, 2017

Perkerasan Jalan Tanah Agar Kuat

Sarana infrastruktur paling penting dalam kehidupan manusia adalah jalan. Untuk bisa berlalu lintas dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain manusia membutuhkan jalan. Hanya saja jalanan di Indonesia belum semuanya baik. Untuk yang tinggal di kota besar apalagi yang dekat dengan pusat pemerintahan maka mungkin tidak mengalami jalan di kondisi jalanan yang masih terbuat dari tanah. 

Namun mereka yang masih tinggal di desa, dekat daerah tambang atau terpencil seperti lahan perkebunan dan desa-desa di Papua masih menghadapi jalan tanah setiap harinya. Untuk itulah dibutuhkan proses perkerasan jalan tanah yang baik sehingga berhasil maksimal untuk masa pakai jalan yang tahan lama, prasarana jalan tangguh semaikn diperlukan. Proses sangat berpengaruh terhadap hasil akhir oleh sebab itu tidak boleh dianggap sebelah mata.

Monday, June 19, 2017

Prasarana Jalan Tangguh Semakin Diperlukan

Seiring dengan samakin meningkatnya aktifitas di lahan kebun sawit milik PT Nabire Baru, tentu sarana dan prasarana harus mendukung. Salah satunya yang sangat vital adalah prasarana jalan yang memadai. 

Lalu lintas kendaraan pengangkut beban yang hilir mudik harus dapat beroperasi dengan baik, setiap hari, terutama pada musim penghujan, begitu juga saat musim kemarau, jangan diserbu oleh debu. Sesuai dengan pantauan SoilIndo, perusahaan perkerasan jalan di Indonesia, prasarana jalan di perkebunan tanah Papua ini semakin diperlukan, lakukan percepatan perkerasan jalan, atau sering disebut dengan soil stabilization. 

Sunday, June 18, 2017

Bantuan Peralatan Sekolah Siswa Sekolah Dasar

Beberapa bulan lagi memasuki ajaran baru bagi dunia pendidikan, baik sekolah dasar (SD) SMP, SMA maupun perguruan tinggi, tentu banyak masyarakat maupun kalangan tertentu yang mempersiapkan dirinya. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan beberapa peralatan sekolahnya seperti seragam sekolah, alat tulis, tas, sepatu dan lain sebagainya.

Dengan begitu tentu kebutuhan akan peralatan sekolah akan meningkat. Namun bagi masyarakat yang kurang mampu, menyediakan peralatan sekolah tersebut adalah sesuatu yang tidak menjadi prioritasnya, mengingat masih banyaknya lagi kebutuhan pokok yang harus mereka penuhi untuk kebutuhan hidup sehari-harinya.

Friday, June 16, 2017

Hari Lahir Pancasila Momentum Jaga Persaudaraan

Hari Lahir Pancasila Sebagai Momentum Untuk Menjaga Persaudaraan


Sebagai perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan dan memiliki visi dan misi yang sama dengan pemerintah untuk menjaga persatuan, persaudaraan, dan kekeluargaan baik dilingkungan perusahaan maupun lingkungan areal perkebunan dengan masyaraka luas tentu perusahaan memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga kondisi tersebut berjalan dengan baik dan kondusif.

Banyak tantangan yang dihadapi perusahaan, tidak hanya di dalam perusahaan namun diluar perusahaan juga sering dirasakan seperti kesalapahaman antar sesama karyawan dalam menjalankan aktivitas kerjanya. Hal semacam inilah yang tentunya harus diatasi dan diberikan sosialisasi yang baik agar tidak terulang kembali.

Untuk mengantisipasinya, hal semacam itu salah satunya bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang bersifat positif seperti kegiatan sosial, kegiatan kepemudaan dan peringatan hari-hari besar keagamaan serta peringatan hari-hari besar nasional. Bertepatan dengan hari besar nasional seperti Hari Lahirnya Pancasila yang jatuh pada tanggal 01 Juni 2017 lalu, PT. Nabire Baru mengadakan rapat dan sosialisasi bagi beberapa pewakilan karyawannya di ruang pertemuan PT. Nabire Baru Kabupaten Nabire Papua.

Sosialisasi sekaligus rapat bulanan yang mereka lakukan mengambil tema menjaga persaudaraan dan saling menghormati untuk menjaga suasana kebersamaan dan persaudaraan yang ada dilingkungan perusahaan maupun dilingkungan luar perusahaan. Dalam kegiatan sosialisasi dan rapat tersebut juga dihadiri oleh CSR Manager PT. Nabire Baru Bapak Yakobus Stefanus Muda.

Dalam kesempatannya ia membacakan sambutannya berupa himbauan untuk menjaga perdamaian, persatuan, persaudaraan antar sesama karyawan dan masyarakat setempat. Selanjutnya ia mengungkapkan juga bahwa saling menghormati, saling bekerja sama dan saling toleran merupakan sikap yang bisa mempererat rasa persaudaraan diantara kita semua.

Sambungnya, ia mengatakan bahwa saat ini negara kita sedang mengalami keprihatinan dimana kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia sedang mengalami ujian yang mengancam kebhinnekaan dan kesatuan bangsa Indonesia itu sendiri. Ia mengharapkan agar kondisi tersebut tidak terjadi di lingkungan perusahaan dan tidak mengganggu suasana kerja yang sudah dibangun dengan baik di lingkungan perusahaan sejak lama hingga saat sekarang ini.

Diakhir sambutannya pada momen Pekan Pancasila 29 Mei - 04 Juni 2017 yang dikumandangkan Presiden Jokowi dengan tagar #SayaIndonesia, #SayaPancasila, beliau mengatakan mengharapkan bahwa hari lahirnya Pancasila ini juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk menjaga rasa persaudaraan, kekeluargaan dan saling bergotong royong sehingga semua karyawan PT. Nabire Baru di Papua dapat merasakan manfaatnya.

Selanjutnya dilakukan kegiatan rapat bulanan tentang pembacaan laporan dan kordinasi kegiatan kerja di tiap-tiap unit satuan kerja. Adapaun kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap bulannya untuk mengetahui perkembangan dan pengawasan kerja dari tiap masing-masing satuan kerja. 




Tuesday, May 9, 2017

News Article Appreared on Mongabay News

To Whom it may concern

8th May 2017.

News article appeared on Mongabay news portal on – RSPO freeses Palm Oil Company Operation in Papua

Further to the a new article appeared on Mongabay today, link: https://news.mongabay.com/2017/05/rspo-freezes-palm-oil-companys-operations-in-papua/ - Following will clarify the facts in the above article.

1. The article discus on the RSPO letter to Goodhope on "Precautionary Measures (Stop Work Order) Adopted by the RSPO Complaints Panel" which outline the decision by the Complaints Panel on the Goodhope Asia Holdings Ltd.’s submission of the New Planting Procedures (NPP) documents for the following proposed new developments of PT Nabire Baru, PT Agrajaya Baktitama, PT Sariwana Adi Perkasa, PT Batu Mas Sejahtera, PT Sawit Makmur Sejahtera, PT Sinar Sawit Andalan and PT Sumber Hasil Prima. “Stop Work Order” is the common terminology used by RSPO in these kind of situations.

(See attached file: Precautionary Measure Goodhope Asia Holdings Ltd _28April, Final.pdf)

2. RSPO's letter highlighted the need for Goodhope to adopt a precautionary approach in response to the Complaints Panel which determine that Goodhope is required to submit a full Land Use Change Analysis (LUCA) and HCV Re-assessment for PT Nabire Baru and PT Agrajaya Baktitama by registered ALS consultants. Goodhope is also required to re-submit a full Land Use Change Analysis (LUCA) and re-do its HCV Assessments on the basis of its completed LUCA. For the other five (5) subsidiaries even though no independent review has been done by RSPO, as this has been performed by the same RSPO approved assessor, we have requested to re-do as well.

3. We have reached out to RSPO to get clarity on the letter and express our concerns on the letter due to some flaws and subjectivity on the decisions made by the Complaints Panel. We have sought clarity on the detailed rationales of the issuance of this “Precautionary Approach”. Our team is scheduled to meet with concerned RSPO staff at the RSPO Secretariat on 11th May 2017 to discuss and mutually agree on the follow-up actions. There are issues and concerns on clarity on credibility judgement and retroactive implementation of new HCV Guidelines, which supposedly took effect January 2017, but it is made applicable to all past assessment which used Toolkit 2008.

4. All necessary documents, including HCV Assessment as required for New Planting Procedures (NPP) were already completed. HCV and SIA assessments were conducted by the RSPO-approved Lead HCV assessor in 2011 and became RSPO approved License Scheme (ALS) assessor since January 2015 up to present. Verification of NPP Documents were done by RSPO-registered Certifying Body (CB) who stated that the HCV areas identification was in accordance with the Indonesian HCV Toolkin 2008. We are in the opinion that all HCV assessments are satisfactorily meet the RSPO-set standard (HCV tool kit 2008). The assessor is registered in RSPO-approved Lead HCV Assessor and later become RSPO-approved Licensing Scheme (ALS) assessor.

5. The credibility of HCV assessor who conducted the studies in Goodhope's companies emerged in 2015 due to some issues in other companies. Negative perception and views on this consultant triggers the complaints by a group of NGOs leading the issuance of the precautionary measures by the RSPO.

6. There were delays due to bottleneck in review by the RSPO Secretariat which prevented finalization of Goodhope's NPP documents. The first submission of NPP documents was received by the RSPO Secretariat in December 2015 using the HCV toolkit 2008, however, the review has not been completed up to now. The newly introduced RSPO Procedure on NPP which incorporates new requirement of HCVRN Review on the HCV assessment report implemented in January 2017 to all assessments from 2017. However in our case RSPO has made this a retroactive requirement based on this letter.  

7. It is to be noted that Goodhope has stopped all major developments from October 2015 on self accord. Limited development activities that took place from that day were largely on infrastruture development to facilitate workers accommodation and roads only. Further, Goodhope has announced its latest “Sustainability Policy” on 5th May with very strong commitments, which enhances commitment on more stringent terms and conditions for new development.

8. Goodhope is going to commission new organizations to carry RSPO's procedures as requested in this letter, due to the pressure from NGOs. Decision has been made and negotiations are on going for following assesssments and certain companies re-assessments have already commenced.

HCV Reassessment and HCS Assessment with Daemeter (a full licensed HCV assessor from the Assessor Licensing Scheme (ALS) registered with HCVRN) for all companies in West Kalimantan
HCV Reassessment Ekologika (a full licensed HCV assessor from the Assessor Licensing Scheme (ALS) registered with HCVRN) and HCS Assessment by Ata Marie (HCSA) for PT Nabire Baru and PT Sariwana Adi Perkasa, Nabire, Papua

We are going to work with third independent parties to perform Land Use Change Analysis (LUCA) and complete NPP documents activities in line with RSPO timeline.

9. Further we will check with RSPO why it is keeping in their approved assessor list organizations that they feel not credible or carry out work as per RSPO standards. Further what is their decision on other organizations where this assessor has carried out assessments. This organization has carried out  large percentage of assessments that were carried out in Indonesia until today.  

Yours Sincerely

Sanjaya Upasena
Chief Operating Officer – Upstream segment

Thursday, April 20, 2017

Penting Menyusun Rencana Kerja Afdeling

Sebagai perusahaan skala nasional dibidang perkebunan kelapa sawit, PT. Nabire baru banyak melakukan upaya kongrit yang salah satu tujuannya adalah untuk menghasilkan kinerja dan mutu para pemimpinnya di tiap-tiap unit (afdeling), seperti yang akan kami uraikan dibawah ini.

Dalam pekerjaan perlu dilakukan evaluasi dan kontrol disetiap unit atau kegiatan yang ada diberbgai perusahaan. Dan guna menghasilkan kinerja kerja yang baik disetiap unit, maka diperlukan rencana kerja yang matang oleh tiap-tiap unit atau afdeling yang ada di daerah perkebunan kelapa sawit.

Hal diatas tersebut menjadi panduan dalam kegiatan operasional PT Nabire Baru di kabupaten Nabire Papua. Rencana kerja bulanan adalah sebuah rencana yang disusun oleh pimpinan untuk sebagai acuan kerja bagi para karyawannya, baik yang ada di pusat, cabang dan disetiap unit afdeling bagi setiap perusahaan perkebunan, seperti di PT. Nabire Baru ini yang saat ini sedang gencar melakukan penanaman bibit sawit baru kualitas terbaik yang diperoleh dari perusahaan pemulia kelapa sawit andalan Indonesia.

Kepala afdeling yang memimpin wilayahnya harus bisa membuat rencana kerja bulanan. Dasar membuat rencana kerja tersebut adalah budget tahunan yang disusun oleh pimpinan atau managernya. Progress kerja bulanan dan rotasi kerja bagi tiap-tiap karyawan atau pimpinan afdeling juga penting untuk dilakukan. Gunanya adalah untuk melihat kinerja bagi karyawan maupun pimpinannya serta memberi pengalaman yang banyak bagi mereka.

Dalam rapat tahunan hal tersebut sudah sering dibahas dan dievaluasi oleh para pimpinan perusahaan termasuk di PT. Nabire Baru ini. Penerapannya juga diharapkan dapat berjalan dengan baik hingga ke wilayah afdelingnya. Adapun hal penting dalam rencana kerja bulanan yang dilakukan oleh PT Nabire Baru adalah:

  • Aturan kerja dan jenis pekerjaan yang harus dilakukan harus sesuai dengan SOP.
  • Membagi lokasi kerja berdasarkan blog guna mengetahui lokasi unit kerja masing-masing kepala afdeling.
  • Merinci luasan ukuran suatu afdeling guna mengetahui kemampuan kepala afdeling dalam melakukan pekerjaannya.
  • Merinci jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan guna mengerjakan item kerja disetiap-tiap unit.
  • Menyusun anggaran biaya untuk menyusun rancana kerja bulanan. Gunanya adalah untuk mengetahui berapa besar biaya yang dibutuhkan dalam sebuah pekerjaan.

Dari rencana kerja diatas yang harus dilakukan oleh tiap-tiap kepala afdeling, perlu adanya evaluasi dari pimpinan perusahaan. Agar pekerjaan ditiap-tiap afdeling dapat berjalan lancar dan mengetahui kinerja tiap-tiap kepala afdeling tersebut.

Selain itu dengan adanya rencana kerja yang dilakukan oleh tiap-tiap kepala afdeling, maka tidak akan terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap budget ataupun jumlah tenaga kerja yang telah ditetapkan atau dibutuhkan. Terakhir, harapan dari PT. Nabire Baru terhadap pentingnya menyusun rencana kerja afdeling ini adalah  rencana kerja tersebut menjadi acuan yang bisa dipertanggungjawabkan kepada setiap aktifitas operasional yang mereka lakukan.

Kelapa Sawit

Monday, April 10, 2017

Penyuluhan Malaria Bagi Karyawan

PT. Nabire Baru Melakukan Penyuluhan Malaria Bagi Karyawannya


Kegiatan sosialisasi kesehatan kembali diselenggarakan oleh PT. Nabire Baru melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Sabtu, 04 Februari 2017 dilaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan Malaria oleh Dinas Kesehatan yang bekerja sama dengan PT. Nabire Baru  di ruang pertemuan perusahaan yang dihadiri oleh beberapa perwakilan karyawan PT. Nabire Baru.

Sebelumnya, kegiatan serupa juga sudah pernah dilakukan demi meminimalisir penularan penyakit malaria dilingkungan perusahaan maupun di lingkungan masyarakat setempat, dan telah berjalan dari tahun 2012 silam. Penyuluhan malaria bagi karyawan ini juga di lanjutkan dengan memberikan bantuan kelambu anti malaria dan melakukan fogging di sekitar pemukiman warga.

Dalam grafik menunjukkan bahwa ada trend penurunan penularan penyakit malaria di Kabupaten Nabire Baru Papua. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya Dinas Kesehatan setempat dalam melakukan sosialisasi seperti halnya yang mereka lakukan dengan menggandeng beberapa pihak lain termasuk perusahaan di Kabupaten Nabire Papua tersebut.

Melalui perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, turut mmenyampaikan poin penting dalam sosialisasi penyuluhan malaria tersebut kepada karyawan PT. Nabire Baru yang hadir. Beliau mengungkapkan bahwa Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk malaria yang bernama Anopheles dengan menyebarkan parasit plasmodium yang dimilikinya.

Ketika nyamuk menggigit seseorang yang terinfeksi malaria, maka nyamuk tersebut menyedot parasit yang disebut gametocytes. Parasit tersebut menyelesaikan siklus pertumbuhannya di dalam tubuh nyamuk dan kemudian merambat ke kelenjar ludah nyamuk. Selanjutnya, pada saat menggigit orang lain lagi, otomatis nyamuk ini menyuntikan parasit ke aliran darah mereka menuju hati kemudian melipatgandakan diri. Nah, siklus tersebutlah yang terjadi dalam penularan malaria.

Indonesia termasuk dalam kawasan iklim tropis yang menjadi kawasan penyebaran nyamuk malaria tersebut, dan umumnya malaria banyak menjangkit masyarakat di provinsi Papua ini. Oleh sebab itu perlu langkah kongrit yang  harus diambil pemerintah pusat maupun pemerintah setempat khususnya Dinas Kesehatan terkait, untuk mencegah penyebarannya seperti melakukan fogging dan pemberian kelambu gratis di daerah yang rawan terjangkit penyakit tersebut.

Selanjutnya yang tak kalah penting juga adalah selalu rutin melakukan sosialisasi maupun penyuluhan guna memberikan pengetahuan dan pemahaman kesehatan dan bahaya penyakit dan upaya-upaya pencegahannya yang harus terus dilakukan. Meningkatkan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitarnya dengan memperhatikan kebersihan juga merupakan langkah pencegahan dari datangnya nyamuk malaria tersebut.

Untuk mengetahui apakah seseorang terjangkit malaria atau tidak, Dinas Kesehatan setempat melalui sosialisasinya menyebutkan bahwa ada beberapa tanda atau gejala seseorang terjangkit malaria. Untuk gejalanya biasanya ditandai dengan terjadinya menggigil, demam, sakit kepala, nyeri sendi dan juga diare serta rasa pegal-pegal pada tubuh.

Jika seseorang mengalami gejala diatas tersebut, sebaiknya segeralah membawanya ke klinik ataupun puskesmas terdekat untuk mengetahui lebih pasti tentang kondisi ataupun keadaan yang dialaminya. Dan apabila seseorang sudah positif terkena malaria, biasanya gejala yang muncul pada dirinya adalah sering menggigil, sering mengigau, dehidrasi, kekejangan, bahkan bisa sampai jatuh pingsan.

Melalui Manager Corparate Social Responsibility (CSR) PT. Nabire Baru Yakobus Stefanus Muda juga turut menyampaikan pandangannya kepada karyawan yang hadir di penyuluhan malaria tersebut bahwa penyuluhannya ini merupakan kegiatan yang sangat penting sekali dilakukan dan akan terus dilaksanakan tiap tahunnya guna menurunkan trend penyebaran penyakit malaia di Kabupaten Nabire khususnya di wilayah perusahaan PT. Nabire Baru.